Setelah Pemerintah Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat pada tahun 1949, kiprah Indonesia di dunia Internasional berikutnya adalah menjadi anggota Perserikatan bangsa-bangsa (PBB). Indnesia resmi menjadi anggota ke-60, pada 28 September 1950. Sebagai Kepala Perwakilan Tetap pertama adalah Lambertus Nicodemus Palar.
Sampai 1951, markas PBB masih berlokasi di Lake Succes, New York, sebelum akhirnya pindah ke timur Manhatan. Sayangnya, data tentang para pelaku sejarah pengibaran benrdera pada saat itu tida berhasil ditemukan. Departemen Luar Negeri juga tidak memilikinya.
Secara mengejutkan, Presiden Soekarno menyatakan Indonesia keluar dari PBB pada 7 Januari 1965 di depan Rapat Umum Anti Pangkalan Militer Asing di Gelora Senayan Jakarta. Sebagai gantinya ia bertekad menyelenggarakan Conference of the New Emerging Forces (Conefo) atau konferensi negara-negara kekuatan baru, saingan PBB.
Setelah Soekarno jatuh dari kursi kepresidenan, Presiden Soeharto menyatakan Indonesia akan melanjutkan kerjasama internasional dengan PBB. Maka pada 28 September 1966, merah putih kembali bekibar di New York.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar